Pada dasarnya,
setiap orang ingin menemukan kembali ‘greget’ dalam hidupnya. Caranya bisa
bermacam-macam. Salah satunya adalah dengan ‘berpetualang’. Yang dimaksud di
sini bukan hanya bepergian ke luar kota atau negeri saja, tapi intinya
melakukan sesuatu yang baru dan berbeda dari kebiasaan.
Ratih menyontohkan dirinya yang pada usia 40 tahun mengalami kebosanan sebagai full time mom. Ketika anaknya beranjak remaja, ia menjajal segala macam cara mengatasinya: mulai dari gonta-ganti potongan rambut, belajar melukis, sampai membuka bisnis resto. “Tapi karena tidak jalan, akhirnya saya merenung lagi, mengevaluasi ulang apa yang saya inginkan. Karena ingin tetap bisa memuliakan keluarga, saya pun mencari bisnis yang bisa dilakukan di rumah. Saya pun kembali pada ‘fitrah’ saya sebagai psikolog dan membuka kantor konsultasi di rumah,” ungkap ibu dua anak yang mengaku bahagia dengan pilihannya itu.
Sebenarnya kita tidak perlu menunggu sampai berada pada titik stagnan untuk memulai sebuah petualangan. Anda bisa melakukan petualangan kecil terhadap penampilan, seperti mengganti warna rambut atau gaya berpakaian. Misalnya, Ratih yang semula suka memakai baju warna gelap, mencoba pakaian berwarna cerah, termasuk underwear. “Bukan lantaran ingin dipuji suami, tapi untuk sensasi diri sendiri. Ternyata, warna bisa mempengaruhi mood seseorang. Saya jadi lebihcheerful,” aku Ratih.
Kebosanan juga bisa terjadi dalam hubungan perkawinan, terutama setelah bertahun-tahun menikah. Kondisi ini bisa memicu perselingkuhan. “Status suami-istri dan orang tualah yang terkadang membuat kita bosan,” ujar Ratih. Ia pun mengondisikan hubungannya dengan suami kembali seperti masa pacaran. “Saya memanggilnya dengan, ‘Baby, Darling’. Malam Minggu nontonmidnite atau dinner berdua saja. Pokoknya buatlah hubungan perkawinan kita lebih asyik, bukan sekadar harmonis,” begitu Ratih berbagi tip.
Petualangan, apapun bentuknya, diperlukan agar kita tidak terjebak dalam comfort zone. Tak hanya menemukan 'greget', petualangan juga bisa mengembalikan rasa percaya diri kita. Kuncinya, bersikaplah jujur pada diri sendiri. Rencanakan petualangan Anda secara berkala dengan hal baru dan sedikit menantang. Bicarakan juga rencana ini kepada pasangan maupun anak Anda. Intinya, di tengah keseruan berpetualang, jangan terbawa arus. Kalau di tengah jalan ada brondong yang naksir, syukuri saja. Berarti penampilan kita masih oke. Tapi stop sampai di situ, tidak perlu harus terlibat affair. Jadi, siapkah Anda untuk berpetualang?
Ratih menyontohkan dirinya yang pada usia 40 tahun mengalami kebosanan sebagai full time mom. Ketika anaknya beranjak remaja, ia menjajal segala macam cara mengatasinya: mulai dari gonta-ganti potongan rambut, belajar melukis, sampai membuka bisnis resto. “Tapi karena tidak jalan, akhirnya saya merenung lagi, mengevaluasi ulang apa yang saya inginkan. Karena ingin tetap bisa memuliakan keluarga, saya pun mencari bisnis yang bisa dilakukan di rumah. Saya pun kembali pada ‘fitrah’ saya sebagai psikolog dan membuka kantor konsultasi di rumah,” ungkap ibu dua anak yang mengaku bahagia dengan pilihannya itu.
Sebenarnya kita tidak perlu menunggu sampai berada pada titik stagnan untuk memulai sebuah petualangan. Anda bisa melakukan petualangan kecil terhadap penampilan, seperti mengganti warna rambut atau gaya berpakaian. Misalnya, Ratih yang semula suka memakai baju warna gelap, mencoba pakaian berwarna cerah, termasuk underwear. “Bukan lantaran ingin dipuji suami, tapi untuk sensasi diri sendiri. Ternyata, warna bisa mempengaruhi mood seseorang. Saya jadi lebihcheerful,” aku Ratih.
Kebosanan juga bisa terjadi dalam hubungan perkawinan, terutama setelah bertahun-tahun menikah. Kondisi ini bisa memicu perselingkuhan. “Status suami-istri dan orang tualah yang terkadang membuat kita bosan,” ujar Ratih. Ia pun mengondisikan hubungannya dengan suami kembali seperti masa pacaran. “Saya memanggilnya dengan, ‘Baby, Darling’. Malam Minggu nontonmidnite atau dinner berdua saja. Pokoknya buatlah hubungan perkawinan kita lebih asyik, bukan sekadar harmonis,” begitu Ratih berbagi tip.
Petualangan, apapun bentuknya, diperlukan agar kita tidak terjebak dalam comfort zone. Tak hanya menemukan 'greget', petualangan juga bisa mengembalikan rasa percaya diri kita. Kuncinya, bersikaplah jujur pada diri sendiri. Rencanakan petualangan Anda secara berkala dengan hal baru dan sedikit menantang. Bicarakan juga rencana ini kepada pasangan maupun anak Anda. Intinya, di tengah keseruan berpetualang, jangan terbawa arus. Kalau di tengah jalan ada brondong yang naksir, syukuri saja. Berarti penampilan kita masih oke. Tapi stop sampai di situ, tidak perlu harus terlibat affair. Jadi, siapkah Anda untuk berpetualang?
No comments:
Post a Comment